Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Kadar Serum Interferon Gamma yang Tinggi Merupakan Faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia

Abstract

Background:Preeclampsia is a multi-system disorder in pregnancy that can cause serious problems and is one of the major causes of maternal and fetal death in Indonesia and world while. Interferon gamma is a proinflammatory cytokine secreted during lacental hypoxia in preeclampsia patient. The aim of this study is to prove high serum levels of interferon gamma is a risk factor for the occurrence of preeclampsia.

Method:This is an observational Case-Control study, held in Obstetrics and Gynecology Department, Sanglah General Hospital Denpasar and Prodia Laboratory, during September to December 2018 period. Samples are pregnant women admitting to Delivery Room on ER and Obstetrics-Gynecology Clinic Sanglah General Hospital Denpasar with age more than 20 weeks fulfilling sampling criteria and volunteered to participate.

Result: Sixty two pregnant woman who came to the delivery room and Polyclinic Sanglah Hospital diagnosed with preeclampsia and normal pregnancy. Blood sampling was done to identify levels of interferon gamma. Chi Square test was performed. Data analyzed by SPSS. Chi-Square and Odds Ratio test obtained OR = 7,20 (95% IK = 2,33-22,28, p = 0,001). It was found that high level interferon gamma may increase the risk of preeclampsia by 6.5 times compared to low or normal levels of interferon gamma.

Conclusion: It was concluded that high level of interferon gamma levels was a risk factor of preeclampsia.


Latar Belakang: Preeklampsia merupakan gangguan multi sistem pada kehamilan yang dapat menimbulkan komplikasi yang serius hingga kematian dan merupakan salah satu penyebab utama dari kematian ibu dan janin di seluruh dunia dan juga di Indonesia. Interferon gamma merupakan sitokin proinflamasi yang disekresikan akibat hipoksia plasenta sebagai salah satu mekanisme terjadinya Preeklampsia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan kadar serum interferon gamma yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia.

Metode:Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol observasional di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Sanglah Denpasar dan Laboratorium Prodia dari September 2018 sampai Desember 2018. Sampel adalah ibu hamil yang datang ke Ruang Bersalin IGD dan Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Sanglah Denpasar dengan umur kehamilan diatas 20 minggu yang memenuhi kriteria dan bersedia ikut serta dalam penelitian.

Hasil:Total sejumlah 62 orang ibu hamil yang datang ke poliklinik dan kamar bersalin RSUP Sanglah Denpasar dengan diagnosis Preeklampsia dan kehamilan normal. Pemeriksaan serum darah dilakukan untuk mengidentifikasi kadar serum interferon gamma. Dilakukan uji Chi- square. Data dianalisis dengan menggunakan Program SPSS.Dengan uji Chi-Square dan Odds Ratio didapatkan OR= 7,2 (IK 95% = 2,33- 22,28, p = 0,001). Didapatkan kadar interferon gamma yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia sebesar 7 kali dibandingkan kadar interferon gamma rendah/normal.

Kesimpulan:Dapat disimpulkan bahwa kadar interferon gamma yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia.


 

References

  1. Pinheiro, M. B., Martins-Filho, O. A., Mota, A. P. L., Alpoim, P. N., Godoi, L. C., Silveira, A. C., Dusse, L. M. (2013). Severe preeclampsia goes along with a cytokine network disturbance towards a systemic inflammatory state. Cytokine, 62(1), 165-173.
  2. Brakhas S., Jassim A., Rahmah A., 2010. Evaluation the level of plasma interleukins (IL-8, IFN-γ, IL-10) in preeclamptic pregnancies, Baghdad Science Journal, No.8, Pp. 918-925.
  3. Redman, C. W., Sargent, I. L., & Taylor, R. N. (2015). Immunology of normal pregnancy and preeclampsia. In Chesley's Hypertensive Disorders in Pregnancy (Fourth Edition) (pp. 161-179).
  4. Yang, Y., Su Xiaowei, Xu Wennming, Zhou Rong. 2014. "Interleukin-18 and Interferon Gamma Level in Preeclampsia: A Systematic Review and Meta-analysis". Am J Reprod Immunol 72. Pp. 504-514
  5. Sharma, D., Singh, A., Trivedi, S. S., & Bhattacharjee, J. (2011). Role of endothelin and inflammatory cytokines in preâ€eclampsia–a pilot North Indian study. American Journal of Reproductive Immunology, 65(4), 428-432.
  6. Ozkan, Z. S., Simsek, M., Ilhan, F., Deveci, D., Godekmerdan, A., & Sapmaz, E. (2014). Plasma IL-17, IL-35, interferon-γ, SOCS3 and TGF-β levels in pregnant women with preeclampsia, and their relation with severity of disease. The Journal of Maternal-Fetal & Neonatal Medicine, 27(15), 1513-1517.

How to Cite

Tapayana, I. N. S., Surya, G., Sanjaya, I. H., Budiartha, A., Pangkahila, J., Iswari, I., Megadhana, W., & Suwardewa, T. (2020). Kadar Serum Interferon Gamma yang Tinggi Merupakan Faktor Risiko Terjadinya Preeklampsia. Medicina, 51(2), 115–118. https://doi.org/10.15562/medicina.v51i2.888

HTML
41

Total
15

Share