Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Korelasi antara beban perawatan dengan depresi, ansietas, dan stres pada pelaku rawat orang dengan skizofrenia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar

Abstract

Introduction: Schizophrenia is a severe mental disorder that requires collaborative approach from the healt care provider, family, and the society in its management. schizophrenia including chronic mental disorders characterized by severe disability in reality testing, mental function, and sosial relation that last for more than a month. Adequate support from the family of people with schizophrenia plays a significant role in their recovery. However, providing support to these patients might become a significant burden among caregiver that it might induce the occurrence of stress, mood changes, and ansiety. Studies of the correlation of caregiving burden with psychiatric disorder by caregiver of people with schizophrenia are limited.This research aimed to determine the correlation between caregiver burden and the mental problems that might be experienced by caregivers of people with schizophrenia.

Method: This qualitative research employed a cross sectional analytic design. Sampel were obtained consecutively in june and july 2018. Caregivers of people who live with schizophrenics and outpatient or hospitalization at RSUP Sanglah are recruited as research subjects.The questionnaires used were the 22 item Zarit Burden Interview (ZBI) and the 42 item Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS-42). A number of 69 subjects participated.

Result: The caregiving burden demonstrated strong positive significantly correlations with problems including depression, anxiety, and stress (r=0.618, r=0.694, r=0.808, respectively), and all statistically significant (p<0.001).

Conclusion: The caregiving burden with depression, anxiety, and stress had a strong correlation.


Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang membutuhkan perawatan dan dukungan dari keluarga serta masyarakat. Skizofrenia termasuk gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan hendaya berat dalam kemampuan daya menilai realitas, fungsi mental, dan fungsi kehidupan sehari-hari berlangsung lebih dari satu bulan. Dukungan dari keluarga terutama pelaku rawat sangat berpengaruh pada proses pemulihan pasien kedepan, namun dapat memberikan beban perawatan bagi pelaku rawat yang dapat memicu stres, perubahan suasana perasaan bahkan kekawatiran yang berlebihan. Studi mengenai hubungan beban perawatan dengan gangguan psikiatri pada pelaku rawat orang dengan skizofrenia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mencari korelasi beban perawatan pada pelaku rawat orang dengan skizofrenia dan kemungkinan kaitannya dengan masalah kejiwaan yang mereka alami agar bisa diintervensi.

Bahan dan Metode: Penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan analitik berdesain potong-lintang. Pengambilan sampel secara konsekutif yang dilakukan bulan Juni dan Juli 2018. Pelaku rawat yang memiliki anggota keluarga menderita gangguan skizofrenia yang tinggal serumah dan menjalani rawat jalan maupun rawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah direkrut sebagai subyek penelitian. Alat ukur menggunakan kuesioner 22 item Zarit Burden interview (ZBI) dan 42 item Depression, Anxiety and stress scale (DASS-42).

Hasil: Subjek penelitian yang dianalisis sebanyak 69 responden. Hasil penelitian didapatkan adanya korelasi positif kuat antara beban perawatan dengan depresi, anxietas, dan stres (r=0,618, r=0,694, r=0,808, berturut-turut), serta semuanya bermakna secara statistik (p<0,0001).

Simpulan: Beban perawatan dengan depresi, ansietas, dan stres memiliki korelasi yang kuat.


How to Cite

Suaryana, K., Aryani, L. N. A., & Lesmana, C. B. J. (2020). Korelasi antara beban perawatan dengan depresi, ansietas, dan stres pada pelaku rawat orang dengan skizofrenia di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar. Medicina, 51(2). https://doi.org/10.15562/medicina.v51i2.772

HTML
46

Total
35

Share

Search Panel

Kadek Suaryana
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


Luh Nyoman Alit Aryani
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


Cokorda Bagus Jaya Lesmana
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal