Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Karakteristik infeksi malaria pada anak di RSUD Dekai Papua April-Juni 2018

Abstract

 

 Pendahuluan: Infeksi malaria merupakan penyakit endemis di Papua. Malaria merupakan penyebab kematian terbanyak pada anak. Informasi mengenai karakteristik infeksi malaria pada anak di RSUD Dekai, Papua sangat penting. 

Tujuan: Mengetahui karakteristik anak dengan infeksi malaria di RSUD Dekai, Papua April-Juni 2018. 

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, desain potong lintang, pengumpulan data secara retrospektif pada anak usia 1 bulan hingga 13 tahun yang didiagnosis dengan infeksi malaria. 

Hasil: Hasil penelitian infeksi malaria pada anak usia 1 bulan-13 tahun total 242 anak dengan 130 anak (53,7%) adalah lelaki dan 112 anak (46,3%) adalah perempuan. Rasio antara lelaki dan perempuan adalah 1,2:1. Insiden infeksi malaria pada anak di bawah 1 tahun adalah adalah 25 (11,4%), anak-anak berusia 1-5 tahun adalah 121 (55,3%), anak-anak berusia 6-10 tahun adalah 58 (26,5%) dan anak-anak >10 tahun adalah 15 (6,8%). Tanda dan gejala yang paling umum terkait dengan infeksi malaria adalah demam dengan gejala pernapasan (33,5%). Sebanyak 121 anak (50%) mengalami infeksi malaria falsiparum, 86 anak (35,5%) mengalami infeksi malaria vivaks dan 35 anak (14,5%) mengalami infeksi campur malaria Plasmodium falciparum + Plasmodium vivax. Sebanyak 62,81% pasien mengalami splenomegali.

Kesimpulan: Infeksi malaria merupakan infeksi terbanyak pada pasien anak di Papua dengan perbandingan lelaki dengan perempuan 1,2:1. Gejala terbanyak infeksi malaria adalah demam dengan gejala pernapasan sebanyak 33,5%. Jenis infeksi malaria terbanyak adalah malaria falsiparum dengan usia 1-5 tahun. Sebanyak 62,81% anak dengan infeksi malaria mengalami splenomegali.

 

Introduction: Malaria infection is an endemic disease in Papua. Most malaria death occur among infant and young children. Information about characteristic of pediatric patient with malaria infection in Dekai Hospital is very important. 

Objective: The aim of this study was to determine the characteristic of pediatric patients with malaria infection at Dekai Hospital Papua April-June 2018. 

Results: A descriptive retrospective study was performed in infant and children aged 1 months to 13 years who were diagnosed with malaria infection. A total of 242 children were studied from the data medical record in April to June 2018. One hundred thirty (53.7%) were males and 112 (46.3%) were females. The ratio between male and female was 1.2:1. The prevalence of malaria patients in children under 1 years old was 25 (11.4%), children aged 1-5 years old was 121 (55.3%), children aged 6-10 years old was 58 (26.5%) and children >10 years old was 15 (6.8%). The most common sign and symptoms related to malaria infection was fever with respiratory symptoms (33.5%). Based on the laboratory result, children with falciparum malaria infection was 121 children (50%), children with tertiana malaria infection was 86 children (35.5%) and childen with mixed malaria infection was 35 children (14.5%). About 62.81% patients had splenomegaly. 

Conclusion: Malaria infections is one of the most common infections in the pediatric population in Papua. The ratio between male and female 1.2:1. The most common sign related to malaria was fever with respiratory symptom which is 33.5%. Plasmodium falciparum infection predominated in 1-5 years old. About 62.81% patients had splenomegaly

References

  1. World Health Organization. World malaria report 2017.
  2. Geneva: WHO, 2017. h. 66-75.
  3. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
  4. Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  5. Buku saku tatalaksana malaria. Jakarta: Kementerian kesehatan
  6. RI. 2018. h.3.
  7. Bantoyot F, Warouw SM, Rompis J. Profil malaria pada
  8. anak di brsd luwuk kabupaten banggai provinsi Sulawesi
  9. tengah periode januari 2011-desember 2013. ejournal
  10. unsrat. 2014 [cited Februari 2019]. Diakses pada 9
  11. Februari 2019 di: https://ejournal.unsrta.ac.id /index.php/
  12. eclinic /article/view/ 3743.
  13. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan RI. Riset
  14. kesehatan dasar 2013. Kementerian Kesehatan RI. 2013.
  15. h.76-8.
  16. Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Profil Kesehatan Provinsi
  17. Papua Tahun 2016. Jayapura: Dinas Kesehatan Provinsi
  18. Papua. 2016. h.13.
  19. Kementerian Republik Indonesia. Pusat data dan informasi
  20. kementerian kesehatan RI. Jakarta, 2016. h.1-7.
  21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil
  22. Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Kementerian
  23. Kesehatan RI. 2017.h. 188.
  24. Malaria. Dalam: Soedarmo SS, Garna H, Hadinegoro SRS,
  25. Satari HI, editors. Buku ajar infeksi dan pediatri tropis.
  26. Edisi kedua. Jakarta: Badan penerbit IDAI; 2010. h.408-37.
  27. Junarli RB, Somia IKA. Karakteristik klinis malaria tropika
  28. pada pasien rawat inap di rumah sakit umum daerah mgr.
  29. Gabriel manek, svd atambua. E-jurnal medika. 2017.
  30. Diakses 27 Februari 2019 di: https://ojs.unud.ac.id/index.
  31. php/eum/issue/view/2472.
  32. John CC. Malaria (Plasmodium). Dalam: Kliegman RM,
  33. penyunting Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi ke dua
  34. puluh. Philadelphia: Elsevier, 2016.h. 1709-21.
  35. Dahlan, S. Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan
  36. kesehatan. Epidemiologi Indonesia. 2016. h.13-17.
  37. Lailani D, Lubis M, Lubis B, Pasaribu S. Correlation
  38. between parasitemia and spleen size in patients with
  39. p. falciparum infection. Paediatrica Indonesiana. 2004;
  40. :111-5.
  41. Leoni S, Buonfrate D, Angheben A, Gobbi F, Bisoffi, Z. The
  42. hyper-reactive malarial splenomegaly: a systematic review
  43. of the literature. Malaria Journal. 2015; 14(185):1-11.
  44. Faktor penyebaran malaria. In: Arsin, A, editors. Malaria
  45. di Indonesia tinjauan aspek epidemiologis. Edisi pertama.
  46. Makasar: Masagena Press. 2012. h.86-100.
  47. Kusuma W, Lestari W, Herawati S, Yasa IW. Pemeriksaan
  48. mikroskop tes diagnostik cepat dalam menegakkan diagnosis
  49. malaria. 2014. E-Jurnal Medika Udayana. Diakses
  50. Februari 2019 di: https://ojs.Unud.ac.id/index.php/
  51. eum/article/view/7888.
  52. Abdussalam R, Krimadi RN, Siregar R, Lestari ED,
  53. Salimo H. Profil infeksi plasmodium, anemia dan status
  54. nutrisi pada malaria anak di rsud school keyen, kabupaten
  55. sorong selatan. Sari Pediatri. 2016; 17(6):446-9.
  56. Kepha S, Nikolay B, Nuwaha F, Mwandawiro CS,
  57. Nankabirwa J, Ndibazza J. Plasmodium falciparum parasitaemia
  58. and clinical malaria among school children living
  59. in a high transmission setting in western kenya. Malar
  60. J.2016;15:1-13.
  61. Satari HI. Pola penyakit malaria pada anak di rsu manna,
  62. Bengkulu selatan. Sari Pediatri. 2002; 4(3):141-6.
  63. Parwati SB, Simplicia MA, Ismoedijayanto. Faktor determinan
  64. klinis pada malaria anak. Sari Pediatri. 2001;
  65. (2):106-114.
  66. Faktor penyebaran malaria. Dalam: Arsin, A, editors.
  67. Malaria di Indonesia tinjauan aspek epidemiologis. Edisi
  68. pertama. Makasar: Masagena Press. 2012. h.86-100

How to Cite

Dewi, Y. sitta, Gustawan, I. W., Dwi Lingga Utama, M. G., & Arhana, B. N. P. (2019). Karakteristik infeksi malaria pada anak di RSUD Dekai Papua April-Juni 2018. Medicina, 50(3). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i3.711

HTML
43

Total
18

Share

Search Panel

Yulia sitta Dewi
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


I Wayan Gustawan
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


Made Gde Dwi Lingga Utama
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


Bagus Ngurah Putu Arhana
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal