Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Hubungan antara lokasi insersi, panjang, dan indeks kumparan tali pusat dengan berat badan bayi lahir pada persalinan aterm

Abstract

Pendahuluan: Berat badan lahir merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir. Berat badan bayi lahir secara umum dipengaruhi oleh status nutrisi dan status kesehatan selama hamil seorang ibu. Faktor lain juga berperan dalam menentukan berat badan bayi lahir diantaranya adalah faktor plasenta, morfologi dan morfometrik tali pusat. Penelitian ini berfokus pada lokasi insersi, ukuran panjang, dan indek kumparan tali pusat. 

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara lokasi insersi, panjang, dengan indeks kumparan tali pusat dengan berat badan bayi lahir pada persalinan aterm. 

Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian adalah 34 ibu yang melahirkan pada usia kehamilan 37 minggu 0 hari hingga 41 minggu 6 hari di ruang bersalin Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah Denpasar sejak bulan Mei hingga jumlah sampel terpenuhi. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan dilakukan dengan bantuan piranti SPSS for windows versi 16.0. 

Hasil: Pada penelitian ini didapatkan rerata usia ibu yang melahirkan pada persalinan aterm, jumlah paritas, dan IMT adalah 25,75±6,12 tahun, 0,53±0,96 dan 26,30±3,91 kg/m2. Penelitian ini mendapatkan adanya hubungan yang bermakna antara lokasi insersi tali pusat (p<0,05), ukuran panjang tali pusat (p<0,0,5), indeks kumparan tali pusat (p<0,05) dengan berat badan bayi lahir pada persalinan aterm. 

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara lokasi insersi tali pusat, ukuran panjang tali pusat, dengan indeks kumparan tali pusat dengan berat badan lahir bayi di RSUP Sanglah Denpasar yang dilahirkan pada usia kehamilan 37 minggu 0 hari hingga 41 minggu 6 hari.


Introduction: Birth weight is one of the health indicators of the newborn. Generally birth weight is influenced by nutritional status and health condition of the mother during pregnancy. Other factors may influence birth weight including placenta, morphology and morphometric of the umbilical cord. 

Objective: This study was aimed to determine location of insertion, length, and coiling index of umbilical cord and to understand the correlation between location of insertion, length and coiling index of umbilical cord with baby birth weight on term delivery.

Methods: A cross-sectional analytic method was used in this study. There were 34 samples of mothers who gave birth on range of gestational age 37 weeks 0 days until 41 weeks 6 days at Sanglah General Hospital Delivery Room. All their data were analyzed with statistic program and bivariate analysis with chi-square test. This study has been started since May 2017 until all subjects were achieved. 

Results: In this study, the average age of mother on term delivery, number of parity and BMI were 25,75±6,12 years old, 0,53±0,96 and 26,30±3,91 kg/m2. Respectively, a significant correlation was found between length of umbilical cord (p<0,05), location of umbilical cord insertion (p<0,05) and umbilical cord coiling index (p<0,05) with baby birth weight on term delivery. 

Conclusion: A correlation was found between location of insertion, length and coiling index of umbilical cord with baby birth weight of term baby born at Sanglah General Hospital.

How to Cite

Wahjudi, J. W., Suwiyoga, K., Sanjaya, I. H., Megadhana, I. W., Anantasika, A., & Wiradnyana, A. G. P. (2019). Hubungan antara lokasi insersi, panjang, dan indeks kumparan tali pusat dengan berat badan bayi lahir pada persalinan aterm. Medicina, 50(3). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i3.709

HTML
33

Total
63

Share

Search Panel