Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Faktor-Faktor Yang Berkolerasi Dengan Kejadian Neuropati Perifer Pada Penderita Morbus Hansen di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2017

Abstract

Morbus Hansen (MH) or Leprosy is also a granulomatous infection of the skin and peripheral nerves caused by Mycobacterium leprae. The decrease in prevalence of leprosy from 5.4 million to 1 million but still new cases were found at 685 thousand Peripheral neuropathy is a disorder of the peripheral nervous system such as sensory, motor, and autonomic nervous disorder. Semmes Weinstein Monofilament (SWM) is the tools for examination of sensory nerves. The obtain is knowing factors that correlate with the incidence of peripheral neuropathy in leprosy patients. The metods is Observational  descriptive study with cross sectional design. 30 subjects were examined with Semmes Weinstein monofilament. The subjects have neuropathy if the Monofilament test > 0.07gram in the upper extremity and > 0,4gram in the lower limb. The results are recorded in the table and calculated the percentage. The Result obtain 30 subjects consisted of 15 men (50%) and 15 women (50%). Examination of upper limb monofilament in patients of MH age 36-45 years old 10 people (33,3%) (r = 0.365) (p = 0.047) married 20 people (80%) who not married 10 people (20%) with value (r = 0.535) (p = 0.001) and monofilament examination of lower limb in leprosy patient with duration> 2 years 44% while <2 years 56% with value (r = 0.475) (p = 0.008). The Conclusion is Peripheral neuropathy of upper limb in leprosy correlates with age and marital status whereas in the lower ekstermitas correlated with duration of pain.

 

Morbus Hansen (MH) atau kusta atau disebut juga Lepra merupakan penyakit infeksi granulomatosa pada kulit dan saraf tepi yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Meskipun terjadi penurunan prevalensi MH dari 5,4 juta menjadi 1 juta tetapi masih ditemukan kasus baru sebesar 685 ribu dan diperkirakan 20% dari kasus tersebut berisiko terjadinya gangguan fungsi saraf dengan berbagai faktor. Neuropati perifer adalah gangguan sistem saraf perifer seperti gangguan saraf sensoris, motoris, otonom. MH merupakan salah satu penyebabnya. Semmes Weinstein  Monofilament (SWM) salah satu alat untuk pemeriksaan saraf sensorik pada ekstremitas atas dan bawah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berkorelasi dengan kejadian neuropati perifer pada penderita MH. Metode penelitian ini diskriptif observasional rancang bangun potong lintang. 30 penderita MH diperiksa dengan Semmes Weinstein Monofilament. Subyek dikatakan mengalami neuropati jika Monofilamen > 0,07gram ekstremitas atas dan > 0,4gram pada ekstremitas bawah dan dicari korelasinya dengan faktor- faktor yang ingin dikorelasikan. Hasil dicatat dalam tabel dihitung prosentasenya. Didapatkan hasil dari 30 subyek terdiri dari 15 pria (50%) dan 15 wanita (50%). Pemeriksaan monofilament ekstremitas atas pada penderita MH umur terbanyak 36-45 tahun 10 orang (33,3%) (r=0,365) (p=0,047) yang sudah kawin 20 orang (80%) yang belum/tidak kawin 10 orang (20%) dengan nilai (r=0,535) (p=0,001) dan pemeriksaan monofilament ekstremitas bawah pada penderita MH dengan lama sakit > 2 tahun 44% sedangkan yang < 2 tahun 56 % dengan nilai (r =0,475) (p=0,008) didapatkan kesimpulan neuropati perifer ekstremitas atas pada MH berkorelasi dengan umur dan status perkawinan sedangkan pada ekstermitas bawah berkolerasi dengan lamanya sakit.

References

  1. Ramesh MB, Chaitra P. Leprosy: An Overview of Pathophysiology. Infectious Disease. 2012;89:1-6.
  2. WHO.Elimination of Leprosy as a public health problem [serial online] Jan-Mar [diakses 17 Mei 2018]; 1 [1]: [24 screen]. Diunduh dari: URL: http://who.int.com/lep/stat2002/global02htm.
  3. Van Brakel WH, Khawas IB. Neurological Manifestations of Leprosy. Dalam: Vijayan J, Elnar PW. penyunting.The International Textbook of Leprosy. Edisi ke-2. Singapore: 2016. h.4-8.
  4. McKnight J, Nicholls PG, Loretta D, Desikan KV, Lockwood DNJ, Wilder SEP,dkk. Reference values for nerve function assessments among a study population in northern India - III: Sensory and motor nerve conduction Leprosy. 2010; 15(1):39 – 54.
  5. Wagenaar IM. Risk factors, early detection and treatment of neuropathy in leprosy [disertasi]. Netherlands: Erasmus Rotterdam University ; 2016.
  6. Using the 10-g Semmes Weinstein Monofilament [serial online] 2007 juli . [diakses 15 juni 2018] 1 [1]: [24 screen]. Diunduh dari: URL:
  7. http://www. acponline.org.
  8. Chikai M, Ino S. Buckling Force Variability of Semmes–Weinstein Monofilaments in Successive Use Determined by Manual and Automated Operation. 2019; 8:155-162
  9. Bakker MI, Hatta M, Kwenang A, Mosseveld PV, Faberb WR, Klatser PR, dkk. Risk Factors For Developing Leprosy – A Population-Based Cohort Study In Indonesia. 2006;77:48-61
  10. Lopes GL, Borges MGL , Conceicao AO , Batista KNM, De Macedo GMM, Xavier MB. Development and Evolution of Nerve Damage in Individuals with Leprosy during Medical Treatment, at Completion of MDT and After Release from Treatment. 2017;89: 29–38.
  11. Noordende AT, Van Brakel WH, Nandlal B, Krishna P, Dhakal. The Impact of Leprosy on Marital Relationships and Sexual Health among Married Women in Eastern Nepal. Tropical Medicine. 2016;101:1- 9
  12. Nascimento OJM, Freitas MRG, Escada T, Junior WM, Cardoso F, Pupe C,dkk. Leprosy Late-Onset Neuropathy: An Uncommon Presentation Of Leprosy. 2012;70(6): 404–406.
  13. Curnelia IA. Hubungan Tingkat Pengetahuan, Pekerjaan Dan Personal Hygiene Dengan Kejadian Penyakit Kusta Di Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora tahun 2015 [disertasi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta;2016.

How to Cite

M. Sofyan Faridi, Putu Eka Widyadharma, & Ni Made Susilawathi. (2021). Faktor-Faktor Yang Berkolerasi Dengan Kejadian Neuropati Perifer Pada Penderita Morbus Hansen di RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2017. Medicina, 52(2), 118–122. https://doi.org/10.15562/medicina.v52i2.662

HTML
38

Total
25

Share

Search Panel