Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Faktor yang terkait dengan kelahiran bayi kurang bulan di RSUP Sanglah Denpasar

Abstract

Kelahiran bayi kurang bulan menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas perinatal. Bayi yang lahir bayi kurang bulan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, risiko penyakit, dan masalah pertumbuhan lainnya dibandingkan dengan bayi normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang terkait dengan kelahiran bayi kurang bulan. Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan potong lintang retrospectif. Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUP Sanglah Denpasar bulan Agustus-Oktober 2015 dan tercatat pada rekam medik rumah sakit. Dua ratus tiga puluh satu bayi lahir di RSUP Sanglah memenuhi kriteria penelitian, masing-masing tujuh puluh satu bayi kurang bulan dan seratus enam puluh bayi cukup bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan P < 0,05. Dari analisis multivariat didapatkan bahwa usia ibu [RP 6,7 (IK 95% 2,89 sampai 15,75), P=0,001], ketuban pecah dini [RP 10,8 (IK 95% 3,88 sampai 30,03), P=0,001],kehamilan bayi ganda [RO 14,8 (IK 95% 4,94 sampai 44,18), P=0,001], anemia [RP 5,5 (IK 95% 1,34 sampai 22,72), P=0,018], preeklamsia/eklamsia [RP 5,2 (IK 95% 1,58 sampai 17,23), P=0,007] dan infeksi saluran kemih [RP 9,8 (IK 95% 2,94 sampai 32,85), P=0,001]. sebagai faktor yang terkait dengan kelahiran bayi kurang bulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan usia ibu, ketuban pecah dini, kehamilan bayi ganda, anemia selama kehamilan, preeklamsia/eklamsia dan infeksi saluran kemih merupakan faktor yang terkait dengan kejadian kelahiran bayi kurang bulan.

How to Cite

Sentana, O., & Kardana, M. (2017). Faktor yang terkait dengan kelahiran bayi kurang bulan di RSUP Sanglah Denpasar. Medicina, 48(2), 83–87. https://doi.org/10.15562/medicina.v48i2.32

HTML
31

Total
12

Share