Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Distribusi penderita rinosinusitis kronis yang menjalani pembedahan di RSUP Sanglah Denpasar Periode Tahun 2014 – 2016

Abstract

Rinosinusitis kronis adalah peradangan pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang terjadi lebih dari 12 minggu. Rinosinusitis kronis merupakan penyakit yang sering dijumpai pada sebagian besar populasi di dunia. Pada tahun 2001, lebih dari 35 juta orang dewasa Amerika menderita rinosinusitis dan dilakukan lebih dari 460.000 pembedahan sinus setiap tahun, sehingga pembedahan ini menjadi salah satu tindakan bedah yang paling sering dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penderita rinosinusitis kronis yang menjalani pembedahan di RSUP Sanglah Denpasar periode tahun 2014 sampai 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif retrospektif dengan mengambil data sekunder dari catatan medis penderita rinosinusitis kronis yang telah menjalani pembedahan di RSUP Sanglah Denpasar periode tahun 2014 hingga 2016. Sejumlah 122 penderita rinosinusitis kronis yang telah menjalani pembedahan terlibat dalam penelitian ini. Didapatkan sebanyak 59,02% berjenis kelamin lelaki, usia terbanyak pada kelompok umur 31 sampai 45 tahun (40,16%) dengan profesi swasta (45,08%) sebagai pekerjaan terbanyak. Gejala terbanyak yang dialami penderita adalah hidung tersumbat (90,98%) dengan sinus maksila sebagai sinus yang paling banyak terlibat (86,89%). Jenis tindakan pembedahan Caldwell Luc (66,39%) merupakan yang terbanyak, dengan sekret mukoid (52,46%) sebagai temuan operasi terbanyak pada penelitian ini.

References

  1. Netkovski J., Sirgovska B. The impact of functional endoscopic sinus surgery on symptoms in chronis rhinosinusitis. Prilozi. 2006;27:167-74.
  2. Fokkens W., Lund V.B.C., Clement P., Hellings P., Holmstrom M., Jones N., dkk. European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2012. Rhinology. 2012;50:1-305.
  3. Soetjipto D., Bunnag C., Fooanant T., Passali D., Clement P.A.R., Gendeh B.S., Vicente G. (Working Group). Management of Rhinosinusitis For The Developing Countries. Presented in The Seminar on Standard ORL Management in Developing Countries, Bangkok, 29 January 2000.
  4. Samanthan A. Karakteristik Penderita Yang Menjalani Bedah Sinus Endoskopik Fungsional di Departemen THT-KL RSUP Haji Adam Malik Medan Dari Periode 2008-2012. [tugas akhir]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2013.
  5. Chopra H., Khurana A.S., Munjal M., Due K. Role of FESS in chronic sinusitis. Indian Journal of Otolaryngology and Head and Neck Surgery. 2006;58:137-40.
  6. Dewi E. Profil penderita rinosinusitis kronik yang menjalani tindakan bedah sinus endoskopik fungsional di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2008-2011. [tesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2013.
  7. Multazar. Karakteristik penderita rinosinusitis kronik di Departemen THT-KL Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara/ RSUP H. Adam Malik-Medan tahun 2008. [tesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2011.
  8. Moghaddassi H., Sanei Taheri M., Jalali A.H., Shakiba M. Correlation of Lund Mackay and SNOT-20 before and after Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS): Does the baseline data predict the response rate? Iran J Radiol. 2009;6:207-14.
  9. Jeanny. Hubungan gejala dan tanda rinosinusitis kronik dengan gambaran CT Scan berdasarkan skor Lund Mackay. [tesis]. [Makassar]: Universitas Hasanuddin; 2009.
  10. Harowi. Kualitas hidup penderita rinosinusitis kronik paska bedah. CDK. 2011;38:429-34.
  11. Patel Z.M., Hwang P.H. Nonpolypoid rhinosinusitis: pathogenesis, diagnosis, staging, and treatment. Dalam: Bailey B.J. dan Johnson J.T., penyunting. Head & neck surgery otolaryngology. Edisi ke-5. Philadelpia: Lippincott Williams & Wilkins; 2014. h. 535-49.
  12. Lal D., Scianna J.M., Stankiewicz J.A. Efficacy of targeted medical therapy in chronic rhinosinusitis and predictors of failure. Am J Rhinol Allergy. 2009;23:396-400.
  13. Amaruddin. Hubungan antara derajat rinosinusitis berdasarkan gejala dan CT Scan. [tesis]. [Yogyakarta]: Universitas Gajah Mada; 2005.
  14. Tobing I.N.A. Gambaran karakteristik penderita, prosedur dan temuan operasi pada penderita rinosinusitis kronis yang menjalani Bedah Sinus Endoskopik Fungsional di RSUP Haji Adam Malik Medan. [tesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2015.
  15. Munir D. The clinical features of osteomeatal complex in chronic sinusitis by nasoendoscopic examination. MKN. 2006;39:12-5.
  16. Nair. Impact of endoscopic sinus surgery on symptom manifestation of chronic rhinosinusitis. MJAFI. 2010;66:41-5
  17. Ballenger J.J. Anatomy and physiology of the nose and paranasal sinuses. Dalam: Snow J.B. dan Ballenger J.J., penyunting. Otorhinolaryngology head and neck surgery. Edisi ke-17. Spanyol: BC Decker Inc; 2008. h. 547-60.
  18. Firman S. Gambaran pola kuman aerob di sinus maksila pada penderita rinosinusitis maksila kronik yang dilakukan tindakan pembedahan di RSUP H. Adam Malik Medan.[tesis]. [Medan]: Universitas Sumatera Utara; 2011.
  19. Munir D. Variasi anatomi pada rinosinusitis kronis di RS H. Adam Malik Medan. MKN. 2006;39:225-9.
  20. Zojaji R., Mirzadeh M., Naghibi S. Comparative evaluation of preoperative CT scan and intraoperative endoscopic sinus surgery findings in patients with chronic rhinosinusitis. Iran Journal of Radiology. 2008;5:77-82.

How to Cite

Kurniasih, C., & Ratnawati, L. M. (2019). Distribusi penderita rinosinusitis kronis yang menjalani pembedahan di RSUP Sanglah Denpasar Periode Tahun 2014 – 2016. Medicina, 50(1). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i1.272

HTML
250

Total
434

Share

Search Panel