Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Gambaran hasil pemeriksaan audiometri skrining siswa sekolah menengah kejuruan jurusan otomotif di Bali

  • I Gusti Ayu Oka Sri Utari ,
  • I Wayan Suardana ,

Abstract

Nilai ambang batas untuk kebisingan di tempat kerja adalah  85 dB dengan waktu maksimum 8 jam perhari dan kurang dari 91 dB selama 2 jam perhari. Menurut Komnas penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian, salah satu populasi risiko tinggi untuk terjadinya ketulian akibat bising adalah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan otomotif. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui hasil pemeriksaan audiometri skrining pada siswa SMK jurusan otomotif dan intensitas kebisingan di bengkel pelatihannya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan rancangan potong lintang di 4 SMK jurusan otomotif. Sampel dipilih secara stratified random sampling sebanyak 120 orang siswa. Hasil pengukuran dengan sound level meter didapatkan intensitas kebisingan mesin di bengkel pelatihan SMK jurusan otomotif tersebut rerata adalah lebih dari 91 dB dan siswa melakukan pelatihan selama 2 jam perhari. Pada pemeriksaan audiometri didapatkan sebanyak 83 siswa mengalami peningkatan ambang dengar dengan gambaran khas gangguan pendengaran akibat bising didapatkan pada 7 orang siswa. Disimpulkan bahwa sebagian besar kebisingan mesin di bengkel pelatihan pada 4 SMK jurusan otomotif melebihi nilai ambang batas kebisingan di tempat kerja dan pada pemeriksaan audiometri didapatkan adanya siswa yang mengalami peningkatan ambang dengar dengan tanda khas adanya gangguan pendengaran akibat bising.

How to Cite

Sri Utari, I. G. A. O., & Suardana, I. W. (2017). Gambaran hasil pemeriksaan audiometri skrining siswa sekolah menengah kejuruan jurusan otomotif di Bali. Medicina, 48(1), 45–48. https://doi.org/10.15562/medicina.v48i1.24

HTML
47

Total
33

Share

Search Panel

I Gusti Ayu Oka Sri Utari
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


I Wayan Suardana
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal