Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Abstract

Abstrak

Penatalaksanaan mobilitas gigi dengan splinting fiber komposit: laporan kasus. Mobilitas gigi terjadi karena trauma pada jaringan periodontal akibat kecelakaan. Trauma jaringan periodontal terjadi pada gigi 12, 11 dengan kegoyangan derajat 3. Mobilitas gigi merupakan salah satu penyakit periodontal yang disebabkan oleh adanya kerusakan tulang yang mendukung gigi, trauma oklusi, dan adanya perluasan peradangan dari gingiva ke jaringan pendukung yang lebih dalam serta proses patologi rahang seringkali terjadi pada pasien dengan trauma karena oklusi disertai periodontitis kronis. Kegoyangan gigi diklasifikasikan menjadi tiga derajat. Derajat 1 yaitu kegoyangan sedikit lebih besar dari normal. Derajat 2 yaitu kegoyangan sekitar 1 mm, dan derajat 3 yaitu kegoyangan >1 mm pada segala arah dan/atau gigi dapat ditekan ke arah apikal. Salah satu perawatan untuk stabilisasi kegoyangan gigi adalah splinting. Splint merupakan alat stabilisasi dan immobilisasi gigi goyang karena suatu lesi, trauma, atau penyakit periodontal. Splinting fiber komposit digunakan karena mudah diaplikasikan dengan preparasi gigi yang minimal dengan hasil yang baik. Pada kasus ini dilakukan evaluasi selama 2 minggu setelah perawatan dan menunjukkan hasil yang baik.

Abstract

Management of tooth mobility with composite fiber splinting: case report. Tooth mobility occurs due to trauma to the periodontal tissue by accident. Periodontal tissue trauma occurs in the teeth 12,11 with third degrees. The mobility of teeth is one of the periodontal diseases caused by bone damage that supports the teeth, the trauma of occlusion, and the expansion of inflammation of the gingiva into the deeper supportive tissues and the process of frequent jaw pathology occurs in patients with trauma due to occlusion with chronic periodontitis. Tooth shake is classified into three degrees. The 1st degree is a slightly larger gait than normal. The second degree is about 1 mm slump, and the degre third degree is jiggle> 1 mm in all directions and / or teeth can be pushed toward apical. One of the treatments for stabilizing tooth agitation is splinting. Splint is a stabilizing tool and immobilization of wobbly teeth due to a lesion, trauma, or periodontal disease. Splinting composite fibers are used because they are easy to apply with minimal tooth preparation with good results. In this case an evaluation was performed for 2 weeks after treatment and showed good results.

References

  1. Shekar, L Chandra, Koganti, Vijay Prasad, Shankar, B Ravi, Gopinath A. A comparative study of temporary splints: bonded polyethylene fiber reinforcement ribbon and stainless steel wire + composite resin splint in the treatment of chronic periodontitis. The journal of contemporary dental practice, September-October 2011; 12 (5): 343-349.
  2. Paddmanabhan, P. Preethe, Chandrasekaran S.C., Ramya, V., Manisundar. Tooth Splinting Using Fiber Reinforced Composite & Metal – A Comparison. Indian Journal of Multidisciplinary Dentistry, 2012;2(4): 592-7
  3. Newman, Michael G., Takei, Henry H., and Carranza, Fermin A. Carranza’s Clinical Periodontology 9th Edition. W.B. Saunders Company. Philadelphia, USA. 2002.
  4. Kini, Vineet, Patil, Sanjiv M., dan Jagtap, Rasika. Bonded Reinforcing Materials for Esthetic Anterior Periodontal Tooth Stabilization: A Case Report. International Journal of Dental Clinics 2011:3(1): 90-91
  5. Aprillia A. Peranan gigi tiriuan sebagai splin periodontal. Fakultas Kedokteran Gigi Padjadjaran, Bandung. 2011.
  6. Marselly L. Splinting pada periodontitis kronik generalis. Program Study Kedokteran gigi Fakultas Kedokteran Sriwijawa, Palembang, 2012

How to Cite

Dyah Ambarawati, I. G. A. (2019). Penatalaksanaan mobilitas gigi dengan splinting fiber komposit. Medicina, 50(2). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i2.235

HTML
932

Total
856

Share

Search Panel

I Gusti Agung Dyah Ambarawati
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal