Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

High sensitivity C-Reactive Protein dan leukosit serum yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia

Abstract

Preeklampsia merupakan masalah penting pada obstetri karena merupakan komplikasi kehamilan yang sering ditemukan dan mengakibatkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi baik pada ibu maupun bayi. Sampai saat ini preeklampsia masih menempati urutan tiga teratas dalam penyebab kematian maternal. Penyebab pasti dari preeklampsia belum diketahui dengan pasti. Salah satu teori yang paling sering digunakan untuk menjelaskan patofisiologi preeklampsia adalah teori inflamasi. High Sensitivity C-Reactive Protein (Hs-CRP) dan leukosit merupakan contoh marker inflamasi yang dihasilkan oleh plasenta yang mengalami hipoperfusi pada preeklampsia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa kadar hs-CRP dan leukosit serum yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia. Penelitian dilakukan di Poliklinik dan Instalasi Rawat Darurat (IRD) Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Sanglah Denpasar Bali pada bulan Agustus 2016 hingga Januari 2017. Studi dilakukan dengan rancangan case-control dengan jumlah 60 sampel yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 30 wanita hamil dengan preeklamsia sebagai kelompok kasus dan 30 wanita hamil normal sebagai kelompok kontrol.Dari hasil penelitian didapatkan perbedaan usia, usia kehamilan dan paritas pada kelompok kasus dan kontrol secara statistik tidak bermakna (p>0,05). Kadar hs-CRP dan leukosit serum ibu penderita preeklamsia secara statistik lebih tinggi dibandingkan pada kehamilan normal dengan p = 0,001. Kadar hs-CRP ibu hamil yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklamsia sebesar 7,5 kali (OR = 7,56, IK 95% = 2,41-23,75, p = 0,001). Dan kadar leukosit ibu hamil yang  tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklamsia sebesar 9 kali (OR = 9,04, IK 95% = 2,80-29,13, p = 0,001). Jika didapatkan peningkatan kedua marker tersebut makan meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia sebesar 13,5 kali. (RO = 13,50, IK 95% = 3,33-54,67, p = 0,001).Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa hs-CRP dan leukosit serum yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia. Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk deteksi dini terjadinya preeklampsia dengan pemeriksaan hs-CRP dan leukosit serum

 

 


 

References

  1. Hernawati I. Analisis Kematian Ibu di Indonesia Tahun 2010. Sitasi 24 Desmber 2013. Diunduh dari http://www.kesehatanibu.depkes.go.id/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=3.
  2. Mihu D, Sabau L, Costin N, Ciortea R, Oancea M, Malutan A. Evaluation of Leucocytocytes and Neutrophils, Markers of Inflammatory Syndrome in Preeclampsia. Applied Medical Informatics. 2010; 27(3): 15-22.
  3. Lopez-Jaramilloa P, Herrera J A, Arenas-Mantillaa M, Jaureguia IE, Mendoza MA. Subclinical Infection as a Cause of Inflammation in Preeclampsia. Revista Latinoamericana de Hipertension. 2007; 2: 98-101.
  4. Nanda K, Sadanand G, Muralidhara Krishna CS, Mahadevappa KL. C-Reactive Protein as a Predictive Factor of Preeclampsia. International Journal Biology Medical Research. 2012; 3(1): 1307-1310.
  5. Shaikh H, Shaikh Y, Shaikh GS, Shaikh RB. Elevated Serum C-Reactive Protein Level in Obese Pregnant Women. Journal of Liaquat University Medical Health Science. 2012; 11: 1-4.
  6. Deron SJ. C-Reactive Protein : An Inflammatory Biomarker in Clinical Practice.The Journal of Lancaster General Hospital. 2007; 2: 63-68.
  7. Canzoneri BJ, Lewis DF, Groome L, and Wang Y. Increased Neutrophil Numbers Account for Leukocytosis in Women with Preeclampsia. American Journal Perinatology. 2009; 26(10): 729-732.
  8. Kaul A, and Karoli R. Update on Immunology, Pathogenesis and Management of Preeclampsia-Revisted. Journal Hematology Transfusion. 2014: 4(3): 1054.
  9. Petla LT, Chikkala R, Ratanakar KS, Kodati V, Sritharan V. Biomarkers for the Management of Preeclampsia in Pregnant Women. Indian Journal Medical Research. 2013; 3: 60-67.
  10. Magee LA, Pels A, Helewa M, Rey E, and Von Dadelszen P. Diagnosis, Evaluation, and Management of the Hypertensive Disorder of Pregnancy. International Journal of Women Cardiovascular Health. 2014: 105-145.
  11. Abbas AK, Litchman AH, and Pillai S. Basic Immunology Functions and Disorder of the Immune System Edisi ke-5. Canada. Elsevier. 2016.
  12. Catarino C, Santos-Silva A, Belo L, Rocha-Pereira P, Rocha, S, Patricio B, Quintanilha A, and Rebelo I. Inflammatory Disturbances in Preeclampsia : Relationship Between Maternal and Umbilical Cord Blood. Journal of Pregnancy. 2012: Id 684384.
  13. Pughikumo OC, Pughikumo DT, dan Omunake HE. White Blood Cell Counts in Pregnant Women in Port Harcourt Nigeria. Journal of Dental and Medical Science. 2015; 14 (3): 01-03.
  14. Mohaupt MG. 2014. C Reactive Protein and Its Role in Preeclampsia. Hypertension. 2015; 65: 285-286.
  15. Sogani S, dan Sarkar PD. Maternal Serum High Sensitive C-Reactive Protein in Non-Gestation and Preeclamptic Gestation. Biomedical & Pharmacology Journal. 2013; 6(1): 107-110.
  16. Idris I. Kadar C-Reactive Protein (hs-CRP) pada Preeklampsia. JST Kesehatan. 2011; 1(3): 296-300

How to Cite

Angelina, M., Surya, I. G. P., & Agung Suwardewa, T. G. (2019). High sensitivity C-Reactive Protein dan leukosit serum yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya preeklampsia. Medicina, 50(1). https://doi.org/10.15562/medicina.v50i1.201

HTML
127

Total
135

Share

Search Panel

Michelle Angelina
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


I Gede Putu Surya
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal


Tjokorda Gde Agung Suwardewa
Google Scholar
Pubmed
Medicina Journal